Ulangan 28:23 / Mazmur 13:2-3
"Berapa lama lagi, TUHAN, Engkau melupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap aku?"
Ada kalanya hidup terasa sangat sepi. Doa-doa yang kita panjatkan dengan segenap hati dan air mata seolah-olah hanya membentur dinding kamar, tidak sampai ke mana-mana. Alkitab menggambarkan kondisi seperti ini ibarat langit yang terbuat dari tembaga—terasa keras, tertutup rapat, dan seakan tidak ada jawaban yang turun dari atas.
Pernahkah Anda berada di titik itu? Di saat badai hidup begitu kencang, Tuhan justru terasa diam. Kita pun bertanya-tanyanya dalam hati: Ke mana Tuhan pergi saat kita sangat membutuhkan-Nya?
Namun, mari kita renungkan sejenak. Diamnya Tuhan bukan berarti Ia telah meninggalkan kita. Sering kali, justru dalam keheningan-Nya yang paling pekat, Tuhan sedang melakukan pekerjaan terbesar yang belum bisa kita lihat secara langsung.
Bayangkan seorang guru yang sedang mengawasi murid-muridnya saat ujian. Guru itu akan diam dan tidak memberikan jawaban, supaya muridnya bisa melatih apa yang sudah dipelajari. Begitu juga dengan Tuhan. Di saat langit terasa seperti tembaga, Ia sedang melatih iman kita agar tidak lagi bergantung pada apa yang kita lihat atau rasakan, melainkan murni percaya pada janji-janji-Nya.
Bahkan Yesus sendiri pernah merasakan puncak keheningan itu saat berada di atas kayu salib. Ia berseru, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Yesus melewati masa-masa paling kelam itu supaya kita tahu satu hal: di dalam setiap kesunyian hidup kita, kita tidak pernah benar-benar sendirian.
Jadi, jika hari ini Anda merasa seolah-olah Tuhan diam dan tidak mendengar, jangan biarkan rasa lelah memadamkan harapan. Teruslah melangkah dan tetaplah percaya. Di balik keheningan yang tampak kelam itu, kasih setia Tuhan tetap bekerja dengan cara-Nya yang indah dan tepat pada waktu-Nya.
Doa Singkat:
Tuhan, mampukan kami untuk tetap percaya kepada-Mu, bahkan ketika suara-Mu terasa tak terdengar dan hidup terasa kelam. Ajarkan kami untuk selalu bersandar pada kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah, karena kami tahu Engkau tetap bekerja di balik keheningan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
2 September 2026
oleh
Pdt. Jepson Makasambe
di dalam Renungan Harian Keluarga